Kamis, 17 Oktober 2013

G-Dragon Suka Menangis


G-Dragon Suka Menangis Gadis

Dalam sebuah episode acara Ask in Box, G-Dragon diminta untuk menjawab berbagai pertanyaan dari para fans yang tersebar di seluruh dunia. Dari sekian banyak pertanyaan yang terpilih, ada satu fans yang bertanya, “Apakah kamu pernah menangis karena cewek?” Kira-kira, apa jawaban dari leader BigBang tersebut, ya?

“Tentu saja, aku pernah menangis karena cewek,” tegas cowok yang belum lama ini meluncurkan album terbarunya, Coup D’etat. Bahkan, G-Dragon juga memberitahukan kapan terakhir ia menangis karena cewek yang disukainya. “Waktu itu adalah hari kami memutuskan hubungan. Aku nggak bisa menahan air mataku dan menangis karenanya,” curhat pelantun Black ini.

Diakui G-Dragon, ia memang termasuk sosok cowok sensitif. Menangis adalah salah satu caranya mengungkapkan emosi. “Karena aku sensitif, aku sering menangis untuk banyak hal. Menurutku, itu hal yang wajar. Aku nggak merasa malu, karena suka menangis,” papar cowok yang mengaku punya kebiasaan langsung pergi ke studio untuk bikin musik setelah bangun pagi.

Mereka Bukan Peliharaan


Mereka Bukan Peliharaan Gadis

Hewan berwajah lucu, menggemaskan dan berbulu lebat nggak serta merta membuat mereka bisa dibawa pulang untuk dijadikan peliharaan. Karena nyatanya, kedua hewan di bawah termasuk fauna yang dilindungi karena terancam kepunahan.
Kukang
Kukang adalah jenis primata bertubuh mungil dan bergerak dengan lambat. Hewan yang punya nama latin Nycticebus coucang ini merupakan hewan nokturnal dan lebih suka beraktivitas di atas pohon sendirian. Karena binatang yang suka makan getah pohon, madu bunga dan buah ini termasuk fauna yang suka hidup menyendiri (soliter).

Melihat mata kukang yang bulat sempurna dengan bulu tubuh yang lebat berwarna abu-abu, putih atau hitam pasti membuat kita gemas dan pengin membawanya pulang.  Sayangnya, menurut Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, Kukang termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi di Indonesia. Jadi membeli dan memelihara kukang termasuk tindakan ilegal dan melanggar hukum.


Orangutan

Perilaku yang pintar dan mudah meniru kegiatan manusia membuat orangutan banyak diburu dan dijadikan hewan peliharaan. Sayangnya, ini menjadi salah satu faktor utama penyebab menurunnya tingkat populasi orangutan di Indonesia. Selain itu, alasan lain yang membuat mamalia ini terus menghilang di alam liar karena hilangnya habitat asli mereka, yaitu hutan dan pepohonan lebat. Karena banyak hutan lebat yang akhirnya gundul karena dijadikan lahan pertanian ataupun pemukiman.

Perlindungan orangutan sebenarnya sudah ada dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Makanya memperjual-belikan dan memelihara hewan yang hanya ada di Sumatera dan Kalimantan ini termasuk illegal. Sayangnya, masih banyak pihak nakal yang melanggar peraturan ini dan membuat populasi orangutan terus menurun sehingga termasuk dalam kategori Critically Endangered (kritis) oleh IUCN (The International Union for Conservation of Nature).

Habitat asli kukang, orangutan dan banyak hewan lainnya adalah di alam liar. Jadi, kalau kita memaksanya menjadi hewan peliharaan, kondisi kesehatan mereka akan menurun. Mereka akan merasa stress dan rambut atau bulu mereka akan rontok. Lambat laun mereka akan mati sehingga menurunkan angka populasinya. Nggak mau kan, menjadi salah satu pihak yang menyebabkan kepunahan mereka?

Sekolah Ramah Lingkungan



Sekarang ini sudah banyak sekolah yang berusaha menjadi ramah lingkungan. Baik dari segi gedung ataupun aturan yang berlaku di sekolah. Nah, pada tahun 2011, The American Institute of Architects mengumumkan beberapa gedung di Amerika Serikat yang paling berhasil memberikan contoh design dan arsitektur ramah lingkungan. Di antaranya adalah dua sekolah berikut ini.

High Tech High, Chula Vista, California, USA
SMA yang memiliki 550 murid ini dari sisi design bangunannya sudah terlihat cinta bumi. Dimulai dari gedungnya yang memiliki banyak kaca dan ruangan terbuka. Saking ingin menyatunya dengan alam, hampir semua ruangan di sekolah ini punya akses keluar lebih dari satu. Kaca-kaca besar membuat sekolah ini hemat listrik untuk penerangan.
  
Satu lagi yang juga membanggakan dari sekolah ini adalah sistem perairannya. Karena berada di daerah kering, sekolah ini membuat sistem penampungan air hujan. Sehingga ketika hujan besar datang akan tertampung dan diolah di sistem konservasi air untuk persediaan air di sekolah. Selain itu karena sinar matahari cukup terik di daerah ini, sekolah pun menggunakan energi dari tenaga surya untuk listriknya.

Kiowa County Schools, Greensburg, Kansas, USA
Di tahun 2007, daerah Greensburg sempat dihantam bencana angin tornado. Nah, ketika pembangunan dilakukan kembali, beberapa gedung memang didesign untuk ramah lingkungan. Termasuk gedung sekolah yang punya nama keren K-12 ini. Sama seperti High Tech High, sekolah ini juga memanfaatkan keadaan alam buat menghasilkan energi. Bedanya kalau High Tech High menggunakan sinar matahari, K-12 menggunakan energi angin untuk menghasilkan tenaga listrik. Ada turbin angin berdaya 50 kilowatt yang berputar untuk menghasilkan energi buat sekolah ini.

Saluran ventilasi dan pencahayaan mereka didesign dengan baik sehingga menghemat penggunaan lampu dan AC. Karena memang daerahnya termasuk berangin, sekolah ini pun menggunakan angin sebagai pendingin ruangan mereka.Kaca-kaca di ruangan pun sengaja disesuaikan sehingga cahaya matahari selalu bisa masuk di lokasi yang pas.

Gajah Mini


Gajah Mini Gadis

Apa yang muncul di benak kita saat mendengar nama gajah? Pasti hewan besar yang memiliki belalai panjang, bukan? Tapi ternyata, di Pulau Borneo terdapat spesies gajah berukuran mini! 
  
Gajah Pygmy Borneo (Gajah Mini Borneo) berukuran lebih kecil dari gajah Afrika maupun Asia. Seekor gajah pygmy borneo jantan paling besar hanyalah berukuran 2.5 meter. Wajahnya pun lebih mirip seperti bayi gajah, dengan telinga yang lebih besar, ekor yang lebih panjang, serta bentuk tubuhnya yang lebih bulat dan gemuk. Gajah ini juga memiliki sifat yang tidak seagresif gajah Asia. 

Dwarf Elephant, atau biasa disebut dengan Stegodon diduga menjadi nenek moyang dari gajah mini asal Kalimantan ini. Stegodon terakhir kali dilihat 8000 tahun yang lalu, sementara di Indonesia sendiri Stegodon terakhir hidup 12.000 tahun yang lalu. Dulu, banyak jenis Stegodon ditemukan di berbagai negara di dunia, diantaranya Indonesia, India, Jepang, Myanmar, juga China. Sayangnya, semua jenis Stegodon ini sudah diyakini punah. Nah, hanya gajah pygmy borneo ini yang tersisa.

Pada saat ini, pygmy borneo hanya ada di Pulau Borneo. Keberadaan pygmy borneo  terbagi di wilayah Sabah (Borneo bagian Malaysia) dan Kalimantan Timur, Indonesia. Gajah pygmy borneo dikategorikan sebagai binatang yang sangat dilindungi karena jumlahnya yang semakin menurun. Ini diakibatkan karena pygmy borneo senang tinggal di hutan dataran rendah yang banyak ditebang untuk dijanikan perkebunan kelapa sawit dan tanaman untuk kebutuhan industri.

Hemat Uang dan Energi


Hemat Uang dan Energi Gadis

Sejak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak, semua harga pun menjadi mahal. Mulai dari ongkos transportasi hingga harga makanan. Nah, untuk mengatasi hal ini kita bisa melakukan beberapa langkah penghematan. Langkah ini bukan cuma menghemat uang tapi juga bisa hemat energi dan ramah lingkungan. Berikut tiga cara ampuhnya.  

Bawa bekal sendiri
Masak makanan sendiri dan membawa botol minuman dari rumah tentu saja bisa menghemat uang jajan kita. Soalnya kita nggak perlu lagi membeli makanan. Nah, langkah stop jajan ini juga ramah lingkungan, lho karena kita jadi mengurangi sampah plastik dan Styrofoam pembungkus makanan.

Nebeng teman
Untuk menghemat ongkos transportasi ke sekolah, kita bisa janjian sama teman-teman satu sekolah untuk berangkat bareng. Pakai mobil salah satu teman, lalu kita patungan membeli bensinnya. Ini tentunya akan lebih hemat. Nah, langkah ini juga bikin kita lebih hemat pengeluaran bahan bakar bensin dan mengurangi polusi udara di jalanan.

Back to nature
Ini bisa kita lakukan dalam gaya hidup kita. Misalnya, daripada naik mobil atau motor, lebih baik jalan kaki atau naik sepeda saat pergi ke lokasi yang dekat dari rumah. Atau lebih suka hang out di Car Free Day dan taman kota daripada ke mal. Segala macam kegiatan yang back to nature ini tentunya lebih hemat uang dan ramah lingkungan.

Frilled Shark


Frilled Shark Gadis

Pasti tahu dong ikan hiu? Ikan pemangsa ini sering ditakuti oleh manusia. Bentuknya pun pasti sudah kita kenali. Nah, tapi ada jenis hiu yang beda banget dari hiu kebanyakan. Soalnya hiu yang ini berjumbai dan bentuknya menyerupai belut. Coba kenalan sama hiu yang dikenal dengan nama frilled shark ini yuk!

Frilled shark atau hiu berjumbai ini adalah hewan yang langka di dunia ini. Ikan ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 2007 dan sering kali beredar di kedalaman 500 meter sampai 1.500 meter. Nah, sesuai dengan namanya, hiu ini terdapat jumbai yang melekat pada ingsangnya yang berjumlah enam pasang. Makanya, hewan ini dinamakan hiu berjumbai. 

Badan ikan ini berwarna cokelat, panjangnya sekitar dua meter, dan bentuknya mirip seperti belut. Kalau soal makanan, biasanya ia menangkap mangsanya yaitu cumi-cumi, ikan bertulang dan hiu yang bertubuh yang lebih kecil darinya. Cara frilled shark menangkap mangsanya mirip seperti layaknya ular yang melilit mangsa buruannya. Dimulai dengan cara menekuk tubuhnya lalu menerjang maju secara gesit.

Sayangnya, ikan hiu ini sudah sangat susah dan jarang ditemukan dilaut. Tingkat reproduksinya pun sudah sangat rendah bahkan terancam punah. Walaupun bentuknya menyeramkan, ikan ini harus kita lestarikan karena sudah termasuk hewan langka.

5 Cara Makin Cinta Indonesia


5 Cara Makin Cinta Indonesia Gadis

Di era yang serba global ini, kadang bangsa sendiri jadi terlupakan. Padahal, menjadi bagian dari Indonesia membuat kita unik dan "kaya". Kaya akan budaya, alam serta filosofi dan sejarah. Yuk, kita tingkatkan kepedulian serta kecintaan terhadap nusantara dengan:
  • Membaca. Luangkan waktu untuk mencari tahu tentang Indonesia, baik berita terkini, sejarah, prestasi, trivia, pengetahuan dan lain sebagainya. Caranya, dengan membaca koran, website, tweet, buku serta apapun yang berisi informasi nusantara.
  • Berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan hanya jago bahasa asing, tapi kita juga mesti fasih berbahasa Indonesia. Tugas makalah, presentasi di kelas, sampai rapat resmi di OSIS atau ekskul adalah kesempatan kita untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik lisan maupun tulisan.
  • Menikmati budaya. Misalnya, menonton pertunjukkan tari atau musik tradisional, belajar membatik sampai memakai kain Indonesia. Ingat, budaya itu indah, menyenangkan dan bisa dinikmati.
  • Wisata. Melancong ke berbagai daerah di nusantara juga bisa meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap bangsa. Sedangkan di dalam kota, kita bisa jalan-jalan ke  cagar budaya atau museum.
  • Jadi “duta” bangsa. Tahu nggak sih, bahwa walaupun nggak punya gelar resmi, kita adalah duta bangsa? Nggak jarang kita berinteraksi dengan orang asing atau pelajar dari negara lain. Nah, jangan sampai kita nggak bisa menjawab saat mereka ingin tahu tentang Indonesia. Terus, tampilkan sikap terbaik. Soalnya dari kitalah, mereka menilai Indonesia.